Home Dewan paroki 557 Nama Didoakan pada Misa Arwah Wilayah 1

557 Nama Didoakan pada Misa Arwah Wilayah 1

misa arwah 2018

252
0
SHARE
557 Nama Didoakan pada Misa Arwah Wilayah 1

Satu persatu nama-nama orang tua, suami, istri, anak dan kerabat yang sudah menghadap Tuhan disebut oleh Rm. Simon Atas Wahyudi, Pr pada Perayaan Ekaristi Arwah Kaum Beriman, Senin 5/11/2018. Setiap satu lembar selesai dibaca, umat pun menjawab “Selamatkanlah ya Tuhan”. Seluruh nama, sebanyak 557 dibaca langsung oleh Rm. Atas pada doa syukur agung.

Demikianlah penyelenggaraan misa arwah yang diselenggarakan oleh Wilayah-1 di Aula Balai Bahasa Jawa Tengah. Wilayah-1 terdiri dari lima lingkungan yaitu: Bukit Kencana Jaya 1 dan 2, Puri Dinar Elok, Puri Dinar Mas, dan Puri Dinar Asri. Misa yang diikuti oleh 200-an umat ini sedianya akan diselenggarakan di Balai Pertemuan Kelurahan Meteseh.  Namun karena berbagai pertimbangan maka dipindah di Balai Bahasa Jawa Tengah, yang tak jauh dari lokasi pertama. Puji Tuhan, misa dapat berlangsung dengan lancar, tertib dan khusuk. Bahkan beberapa kali Rm. Atas memuji fasilitas ruangan yang nyaman.

 

Nama-nama dibaca pada doa syukur agung

Berbeda dengan penyelenggaraan misa arwah tahun-tahun sebelumnya, dimana beberapa kali diselenggarakan di Krematorium Kedung Mundu. Alasan dipilih Krematorium saat itu, salah satunya untuk mengobati kerinduan dan kangen dengan orang-orang yang sudah meninggal. Terlebih karena komplek krematorium terletak di tengah-tengah pemakaman Kristen dan dekat dengan gereja (Kunci, Nov 2013).

Namun sebagai catatan, sebagaimana yang disampaikan Rm. Atas pada saat homili, bahwa ribuan nama yang didoakan dibacakan sebelum misa oleh petugas, disaat sebagian umat belum datang. Sementara secara liturgis, nama-nama yang di doakan seharusnya dibaca oleh rama (bukan petugas) pada saat doa syukur agung.  

Mengingat jumlah nama yang akan didoakan biasanya mencapai ribuan, maka kali ini Dewan Paroki mengambil inisiatif untuk membaginya per wilayah. Paroki Sambiroto mempunyai 6 wilayah, yang keseluruhannya terjadwal menyelenggarakan misa arwah pada tanggal 5-7 November 2018, di tempat yang berbeda-beda seperti di Aula SMP Kebon Dalem, di Gereja maupun di balai pertemuan.

 

Indulgensi

Mengapa kita Katolik mendoakan arwah? Seperti yang ditulis di www.katolisitas.org Gereja Katolik mengajarkan adanya masa pemurnian di api pencucian. Sehingga doa-doa dari kita yang masih hidup, dapat berguna bagi jiwa-jiwa mereka yang sedang dalam tahap pemurnian. Bahkan, dengan mendoakan jiwa-jiwa tersebut, kita mengamalkan kasih kepada mereka yang sangat membutuhkannya, dan perbuatan ini sangat berkenan bagi Tuhan (lih. 2 Mak 12:38-45).

Pada homilinya, Rm. Atas juga menyampaikan bahwa tanggal 1 November diperingati sebagai hari raya semua orang kudus. Kemudian tanggal 2 November adalah hari arwah. “Kita mendoakan arwah sejak tanggal 1 November, agar yang kita doakan dapat beriring-iringan dengan para kudus di surga” paparnya. Keyakinan iman Katolik, bila kita mengunjungi makam dan mendoakan arwah setiap hari pada tanggal 1-8 November maka akan memperoleh indulgensi penuh. ** [elisabet widyastuti]