Home Renungan Berdoa Koronka siapa takut?

Berdoa Koronka siapa takut?

1,155
0
SHARE
Berdoa Koronka siapa takut?

Oleh : Elisabeth Sri Sumini, Sinar Waluyo I

Doa koronka adalah doa yang diajarkan Tuhan Yesus kepada St. Faustina dari Polandia. Beberapa kali saya mengalami kesulitan dalam perjalanan, kemudian saya berdoa Koronka dan mendapat pertolongan dari Tuhan. Salah satu pengalaman saya adalah 10 tahun yang lalu, saya dan rombongan umum wisata ke Pulau Dewata Bali. Salah satu yang kami kunjungi adalah wisata reptile di Tanjung Benoa.

Kami berempat naik perahu tug boat, ibu-ibu semua. Perjalanan menuju Tanjung Benoa lancar, kurang lebih sekitar 30 menit. Setelah selesai menikmati wisata di pantai itu, seperti kura-kura yang berumur ratusan tahun, kami kembali ke pantai Tanjung Benoa lagi. Tiba-tiba baru setengah perjalanan, mesin perahu mati. Sambil menunggu mesin hidup kami nyantai-nyantai melihat pemandangan indah di tengah lautan itu sambil memandangi perahu yang lalu lalang membawa wisatawan.

Kira-kira 15 menit mesin belum hidup, dan kami merasa khawatir karena kami tidak bisa renang semua, dan tidak dilengkapi dengan pengaman atau pelampung. Tukang perahu mulai panik. Kami melambai-lambaikan tangan meminta tolong. Tak ada satu pun perahu yang mendekat. Kami semakin disadarkan bahwa kerusakan perahu ini serius setelah tahu bahwa si tukang perahu melempar jangkar ke laut.

Spontan saya mengambil Rosario dari tas, langsung berdoa koronka dengan khusuk, memohon pertolongan. Tuhan Yesus tolong kami dalam kesulitan, doaku. Setelah selesai koronka kami membuka mata dan melihat sekeliling. Ternyata mesin belum mau hidup. Dan saya benar-benar disadarkan bahwa saya berada di tengah lautan yang paling dalam. Perahu di bergoyang terus diterpa angin dan gelombang. Batin saya, kok bisa perahu di tengah lautan?

Sekali lagi dengan penuh iman dan harapan kami memohon pertolongan Tuhan. Tentu dengan hati yang galau. Beberapa menit kemudian mesin berhasil dihidupkan, dengan keringat si tukang perahu yang dleweran. Kami bersyukur dan tak henti-hentinya memuji Tuhan, akhirnya kami selamat ke pantai lagi dengan disambut tepuk tangan teman-teman yang sudah sampai di pantai tanpa halangan di jalan. Saya menyesalkan mengapa tak ada pengamanan dalam transportasi air. Tak ada bantuan dari manapun. Waktu itu belum model ada HP atau alat komunikasi lain. Sungguh pengalaman yang mendebarkan. Hari berikutnya kami ke Danau Bedugul. Tetapi kami sudah ‘amit-amit’ tidak mau naik perahu lagi. Trauma.

Marilah saudaraku kita berdoa koronka setiap hari untuk memohon pertolongan Tuhan yang maha Rahim saat kita dalam bahaya. Jangan pernah takut berdoa koronka. Pertolongan Tuhan tepat pada waktunya.

Sabda Yesus yang maha rahim kepada St Faustina: Betapa banyak rahmat yang diterima oleh umatku yang mengucapkan doa koronka. Hendaklah semua umatku mengenal atas kerahimanku yang tak terselami. Inilah tanda akhir zaman, setelah itu akan sampailah pada hari pengadilan agung. Selama masih ada waktu hai umatku, hendaklah bergegas kepada pemberi kerahimanku dan manfaatkan darah dan air yang memancar dari hati Ku.

Demikianlah sekilas sharing dari pengalaman hidup kami. Semoga bermanfaat, amin. Tuhan memberkati, Bunda Maria melindungi. Berkah Dalem.**