Home Dewan paroki Koor Misdinar pada misa HUT ke-63 Unio

Koor Misdinar pada misa HUT ke-63 Unio

Koor Misdinar pada misa HUT ke-63 Unio

317
0
SHARE
Koor Misdinar pada misa HUT ke-63 Unio

Lima puluhan anak bernyanyi penuh suka cita memuji dan memuliakan Tuhan. Mereka adalah Putra Putri Altar (misdinar) St. Petrus Sambiroto Semarang yang sedang mendapat tugas koor pada misa HUT ke-63 Unio (paguyuban rama-rama praja) di Griya Paseban Semarang, 17/7/2018 yang lalu. Misa yang khusus diikuti oleh para rama praja se-Keuskupan Agung Semarang ini dipimpin oleh Rm. YR Edy Purwanto, Vikjen KAS, didampingi oleh Rm. R. Sugihartanta, Pr dan Rm. Wignya.

            Dengan mengenakan pakaian batik, anak-anak misdinar ini berusaha melaksanakan tugas sebaik-baiknya. Mereka sudah berlatih sejak beberapa minggu sebelumnya, dibawah bimbingan Mas Yohanes Winarno Sri Nugroho, Koordinator Timja Koor dan Ibu Theresia Rahayu Widyastuti, Timja Pemazmur Dewan Paroki Sambiroto. Hasilnya pun tidak mengecewakan, bahkan ketika membawakan lagu terakhir “Di dalam Nama-Nya ada Keselamatan” yang dibawakan dengan gerakan,  sebagian rama-rama yang hadir pun ikut bergoyang.

            “Tentunya kami merasa senang diberi kepercayaan untuk bertugas koor pada misa yang spesial ini. Bagi kami yang lebih penting bukan pada kualitas suara anak-anak ketika koor, tetapi kami berharap dengan berkegiatan di luar paroki seperti ini, bisa memberikan pengalaman tersendiri bagi anak-anak. Siapa tahu diantara mereka kemudian ada yang tertarik menjadi rama atau pun suster” demikian tutur Pak Danar Suprihasto, salah satu pendamping misdinar yang turut mengantar anak-anak bertugas.

            Seusai misa, secara simbolis dilakukan pemotongan tumpeng oleh Rama Raymondus Sugihartanta, Pr sebagai penanda peringatan ulang tahun Unio. Potongan pertama tumpeng tersebut tersebut kemudian diserahkan kepada dua misdinar cilik, Karin dan Dezzevin, yang kebetulan keduanya merupakan misdinar ter-rajin pada tahun ini. Para misdinar pun sumringah karena akhirnya keseluruhan tumpeng diserahkan kepada mereka untuk disantap bersama beramai-ramai.** [Evelyn, Lisa]