Home Dewan paroki Mencintai Indonesia, Gereja Sambiroto Selenggaraan Sosialisasi Pilgub Jateng

Mencintai Indonesia, Gereja Sambiroto Selenggaraan Sosialisasi Pilgub Jateng

727
0
SHARE
Mencintai Indonesia, Gereja Sambiroto Selenggaraan Sosialisasi Pilgub Jateng

Menjelang pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak 27 Juni 2018, Gereja St. Petrus Sambiroto Semarang  menyelenggarakan sosialisasi Pilgub Jateng di halaman SD Kebon Dalem 2, Minggu 10/6/2018. Kegiatan yang di panitiai oleh Timja Penghubung Karya Kerasulan Kemasyarakatan Bidang Persaudaraan dan Kerasulan ini merupakan salah satu program Keuskupan Agung Semarang (KAS) untuk mengajak umat menjadi pemilih yang cerdas dan beriman.

Tak hanya di Sambiroto, kegiatan semacam ini juga diselenggarakan di berbagai paroki di Jawa Tengah baik di komunitas, biara, kelompok kategorial maupun pada pemilih pemula. Sambiroto merupakan paroki ke-25 yang menyelenggarakan kegiatan serupa pada putaran ini. 

Meski cuaca cukup panas, namun dua narasumber yaitu Rama Raymondus Sugihartanta, Pr dan Bapak Andreas Pandeangan yang keduanya dari P4KAS (Penghubung Karya Kerasulan Kemasyarakatan Keuskupan Agung Semarang) dapat membuat peserta tetap bertahan. Tercatat lebih dari 120 orang peserta hadir baik dari OMK, ketua lingkungan maupun umat lainnya.

“Siapa lagi yang harus mencintai bangsa ini, kalau bukan kita sendiri. Dari sabang sampai Merauke, tidak ada yang bisa mempersatukan bangsa ini kecuali Pancasila” Ungkap Rm. Sugi kepada peserta yang hadir. Beliau juga menegaskan bahwa isi Pancasila juga sesuai dengan 10 perintah Allah. Hanya saja saat ini Pancasila sedang menghadapi berbagai tantangan.  Oleh karenanya keuskupan merasa penting untuk ikut terlibat dengan menerbitkan nota pastoral agar umat dapat menjadi Benteng Pancasila.

Sementara narasumber kedua, Andreas Pandeangan mengajak peserta untuk menjadi pemilih yang cerdas dan beriman. “Beriman adalah  sadar akan keputusan kita memilih calon itu berkaitan dengan kelanjutan karya keselamatan Allah di masyarakat. Tidak hanya mendirikan gereja Katolik, tetapi bagaimana menghadirkan kesejahteraan bersama, bonum commune”.

 Biasanya masing-masing paslon menawarkan visi dan misi yang bagus-bagus. Namun sebagai pemilih yang cerdas sebelum memilih perlu mengenali siapakah paslon tersebut, bagaimana latar belakangnya dan partai apa saja yang mendukungnya. Dari itu semua, yang tak kalah pentingnya adalah partisipasi umat. Apa pun bentuk kampanye yang dilakukan, tetapi penentu suara terletak di bilik suara. Maka para nara sumber pun menghimbau agar umat Katolik menggunakan hak pilinya dengan baik dan tidak golput. ** [Elisabet Widyastuti]