Home OMK Srawung Persaudaraan Lintas Iman

Srawung Persaudaraan Lintas Iman

590
0
SHARE
Srawung Persaudaraan Lintas Iman

Keterangan Gambar : Persaudaraan Lintas Agama

Dalam suasana guyub dan rukun, diiringi alunan musik rebana, sebanyak 200-an anak muda berkumpul di selasar Gereja Santo Petrus Sambiroto Semarang, Minggu, 06/5/2018. Anak muda yang berlatar belakang ragam iman itu mengikuti acara Sragam Imud (Srawung Ragam Iman Muda). Acara yang digelar oleh orang muda Katolik (OMK) St. Petrus Sambiroto ini merupakan kegiatan pre-event dari acara Srawung Persaudaraan Sejati Orang Muda Keuskupan Agung Semarang yang akan diselenggarakan tanggal 26-28 Oktober 2018. Juga merupakan kelanjutan dari kegiatan Asian Youth Day ke-7 di Yogyakarta tahun 2017 lalu.

Kegiatan yang dimeriahkan dengan pementasan Barongsai dan musik ini dikemas secara santai agar lebih mengutamakan srawung satu dengan lainnya. Di penghujung acara juga dilakukan penanaman pohon tabibuya di halaman gereja sebagai lambang persaudaraan. Sedangkan acara inti, berupa dialog dengan menghadirkan tiga orang narasumber yaitu Hesti Fitri Utami (PMII Cabang Kota Semarang), Setyawan Budy (Pelita- Persaudaraan Lintas Agama Semarang) dan Leonardus Devi dari OMK St. Athanasius Agung Karang Panas Semarang.

Hesti yang juga merupakan mahasiswi Universitas Islam Negereri (UIN) Walisanga ini menyampaikan bahwa sejak SD hingga SMA tidak pernah mempunyai teman yang beda agama sehingga dia pun penasaran ingin mengetahui seperti apa punya teman yang berbeda agama. Hal itulah yang mendorong dia untuk ikut aktif terlibat dalam kegiatan lintas iman.

“Dengan adanya kegiatan srawung ini saya berharap agar orang muda tidak eksklusif, lebih srawung, karena di luar sana banyak kegiatan yang dapat menemukan sahabat” tuturnya. Dia menyebutkan bahwa selain Srawung juga pernah diselenggarakan kegiatan serupa seperti ngabuburit kebangsaan, sumpah pemuda lintas agama dan pondok damai.

“Kadang orang mempunyai pikiran bahwa penganut agama lain itu jelek, karena berangkat dari ketidaktahuan. Maka dengan berkumpul, srawung kita bisa menerima satu sama lain meski berbeda” lanjutnya. Diakui bahwa di Semarang sebetulnya lumayan kondusif karena banyak orang yang mencintai keberagaman dan kebersamaan. Namun yang menjadi tantangan adalah bagaimana membangkitkan wawasan anak muda, karena mereka cenderung pasif. Bila isu keberagaman ini tidak dilestarikan maka jika suatu saat ada yang menggoreng, dapat menjadi persoalan di kemudian hari.

Sementara Santika Yohanto Santya yang menganut agama Budha, mengapresiasi kegiatan Srawung ini dan berharap kedepan anak muda tidak eksklusif. Dia juga berharap dari kegiatan ini anak muda bisa menerima informasi yang penuh, tidak hanya setengah-setengah, sehingga tidak bias.

Kegiatan ini juga dihadiri oleh Rm. Aloysius Budi Purnomo, Pr Ketua Komisi Hubungan Antar Agama dan Kepercayaan, Keuskupan Agung Semarang. Dimana di akhir acara, Rm Budi bersama Rm. Heribertus Suprihadi, Pr dan Hesti menanam pohon di halaman gereja.

 

 

Ketua Panitia : Wisnu  087-731-785193