Home Keuskupan WKRI Cabang Semarang adakan Misa Syukur Padamu Negeri HUT RI Ke 70

WKRI Cabang Semarang adakan Misa Syukur Padamu Negeri HUT RI Ke 70

563
0
SHARE
WKRI Cabang Semarang adakan Misa Syukur Padamu Negeri HUT RI Ke 70

Wanita Katolik RI Cabang Kota Semarang menyelenggarakan Misa Syukur  Senin (24/8) pk.16.30 WIB di Gereja Keluarga Kudus  Admodirono, Jl. Admodirono 8 Semarang dengan tema “Bangkit dan Berjuang Bersama Mewujudkan Cita-Cita Bangsa Indonesia. Misa dipersembahkan oleh Mgr. Johanes Maria Pujosumarto, Pr, Rm Yeremias Balapito Duan, MSF dan Rm. Raymundus Sugihartanta, Pr.

Sebanyak 16 ranting se kota Semarang hadir dalam misa tersebut, seluruh kursi yang tersedia di Gereja Keluarga Kudus Atmodirono dipenuhi umat, namun ada yang menarik perhatian karena diurutan kursi paling belakang berjajar ibu dan anak yang memenuhi dua baris kursi, ternyata saat Kunci mengkonfirmasi dengan pihak panitia mereka adalah warga terpilih dari 16 pelajar yang akan menerima bantuan dari Pengurus WKRI yang mewakili masing-masing ranting.  Acara yang dikemas dengan sederhana namun apik kali ini, terdiri dari empat bagian yaitu liturgi, sambutan, berkat dan perutusan serta ditutup dengan ramah taman, di gedung serba guna Panti Mandala yang letaknya bersebelahan dengan gereja.

Acara diawali dengan tarian kanak-kanak dari TK Taman Putra Banyumanik, dilanjutkan dengan perarakan Siswa SMA Kebon Dalem yang membawa bendera merah putih, para siswa tersebut tegabung dalam unit Paskibra di sekolah tersebut; lalu para romo dan misdinar. Memasuki rangkaian liturgis Paduka Mgr. Johanes Maria Pujosumarto, Pr, mengawali dengan kata pengantar bahwa perayaan misa kali ini adalah ungkapan dua dimensi iman dan kemasyarakatan. Hal ini dirasa penting karena warisan yang telah diteladankan oleh para pendahulu negeri ini sudah jarang diungkapkan lagi. Dimensi iman dan kemasyarakatan memang dua dimensi yang berbeda, tidak bisa dicampur tetapi akan saling melengkapi. Beriman kepada Tuhan sekaligus juga Cinta Tanah Air. 

Pada rangkaian liturgi bacaan pertama diambil dari Kitab Putera Sirakh 10 : 1-8 tentang Nasehat-nasehat untuk para penguasa, sedangkan Bacaan Injil dari Injil Matius 22: 15-21 “Tentang membayar pajak kepada Kaisar”. Dalam homilinya Romo Uskup menegaskan tentang kewajiban yang harus diberikan kepada Kaisar yang menjadi hak Kaisar, dan kepada Allah yang menjadi hak Allah. Untuk implementasi ayat tersebut, para pendahulu kita sudah memberikan teladan; sederet nama yang telah mengecam pendidikan dari SMA Van Lith di Muntilan, dan bergelar pahlawan, Simanjuntak, Yos Sudarso, Mrg. Albertus Soegijapranata, SJ, Kasimo dan masih banyak lagi. Teladan Mgr. Soegija lebih menandaskan bahwa 100 %  Katolik dan 100% Indonesia merupakan kepribadian bangsa yang harus ditegakkan sebagai umat katolik.  Pada waktu itu menjadi katolik bukan berarti mengikuti agama orang Belanda. Teladan Bp. Kasimo menegaskan bahwa hukum yang tertinggi adalah keselamatan jiwa, diimplementasikan dengan keselamatan bangsa merupakan bagian dari perjuangan kita.

Keuskupan Agung Semarang yang telah berusia 75 tahun, diawal kiprahnya  gereja dalam perjuangannya turut ambil bagian dalam kemerdekaan RI. Oleh sebab itu, pesan Romo Uskup di usia 70 tahun kemerdekaan ini mengharapkan pada seluruh Ibu-ibu WKRI untuk ambil bagian dalam dimensi kehidupa beriman dan bermasyarakat dalam kehidupan sehari-hari menjadi perjuangan WKRI masa kini.  Melengkapi liturgi persembahan OMK St. Theresia Bongsari mempersembahkan tarian pengirim yang dimainkan empat penari dengan apik dan gemulai.

Anastasia Among selaku ketua WKRI Cabang Semarang dalam sambutannya mengucapkan terima kasih atas peranserta seluruh anggota WKRI Cabang Semarang dalam penyelenggaraan  misa dimaksud; Dan ungkapan rasa nasionalisme diwujudkan dengan berbagai kegiatan dan memberikan bantuan pembiayaan kepada para siswa. Misa ditutup dengan pemotongan tumpeng 70 tahun Indonesia Merdeka oleh Romo Uskup dan diserahkan kepada ketua panitia penyelenggara. (antonius juang saksono)